Jakarta, GayaTekno.id – Saat ini, Tesla Model Y hampir terlihat seperti iPhone dalam industri mobil listrik di Amerika Serikat.
Meski bukan model terbaru atau paling menarik di pasaran, Tesla Model Y membawa banyak hal yang lebih baik ketimbang para pesaingnya yang datang dengan segala penawarannya.
Maka, tidak mengherankan jika Model Y masih menjadi kendaraan listrik terlaris di AS bahkan saat penjualan Tesla melambat karena semakin banyak pesaing yang mulai merambah Negeri Paman Sam, termasuk gempuran mobil listrik buatan China.
Menurut laporan dari iSeeCars, Model Y dapat bertahan dengan cukup baik bahkan di pasar mobil listrik bekas sekalipun.
Sementara itu, nasib lain diterima oleh beberapa model EV bekas dan Tesla Model 3. Pasalnya, mereka merupakan masuk dalam daftar harga mobil listrik yang paling cepat terdepresiasi selama satu tahun terakhir.
Untuk diketahui, rata-rata harga Tesla Model 3 di pasar AS dibanderol sekitar USD 26.000 atau setara Rp 400 juta, USD 8.500 atau Rp 130 juta lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Selain Tesla Model 3, EV lain yang mengalami penurunan harga besar di pasar bekas termasuk Nissan Leaf, Hyundai Kona Electric, Kia Niro EV, dan Chevrolet Bolt.
Ironisnya, meskipun permintaan pasar terhadap Tesla Model Y cukup tinggi, namun harga untuk model tersebut juga turun drastis.
Analis Eksekutif iSeeCars Karl Brauer mengatakan bahwa Tesla Model Y menduduki peringkat ke-16 sebagai mobil bekas terlaris pada bulan Agustus di seluruh sektor, yang meliputi kendaraan listrik, mobil berbahan bakar bensin, dan hibrida.
“Mobil ini merupakan satu dari dua mobil listrik dalam daftar 20 teratas mobil listrik bekas terlaris, yang menegaskan daya tarik Model Y yang berkelanjutan meskipun mobil listrik bekas kehilangan nilai dan penjualannya melambat,” kata Brauer seperti dikutip dari Inside EV pada Senin (16/9/2024).
Sebaliknya, tambah Brauer, mobil listrik bekas lainnya yang masuk ke dalam daftar ini mengalami pelambatan penjualan.
“Fenomena ini semakin menegaskan seberapa baik Model Y dapat bertahan di pasar mobil bekas yang saat ini tidak terlalu berpihak kepada mobil listrik,” jelas Brauer.
Meski begitu, Model Y masih lebih murah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut data iSeeCars, untuk mobil listrik berusia satu hingga tiga tahun pada bulan Agustus 2023 dan 2024, Model Y adalah mobil yang memiliki persentase penurunan harga tahunan terbesar.
Menurut data mereka, rata-rata harga Tesla Model Y berusia satu hingga tiga tahun adalah USD 44.979 atau Rp 699 jutaan pada bulan Agustus 2023.
Namun pada bulan lalu, harga rata-ratanya turun menjadi USD 33.310 atau setara Rp 511 juta, sehingga penurunan sebesar 25,9% yang berarti terdapat penurunan harga sebesar USD 11.670 atau Rp 179 jita dari tahun 2023.
Berikan Komentar