Review Film The Contractor: Kisah Marinir yang Terbuang

Review film the contractor

Jakarta, GayaTekno.id – Bioskop Tanah Air kembali kedatangan film terbaru dari Hollywood. Kali ini, film The Contractor menawarkan thriller berbalut aksi bagi para penikmat film layar lebar di Indonesia.

Bagi kamu yang menggemari film-film bertema militer atau tentara, The Contractor wajib dimasukkan ke dalam daftar tontonan.

Sinopsis Film The Contractor

Film ini mengambil fokus cerita pada sosok James Harper yang diperankan oleh aktor Chris Pine. Harper merupakan seorang marinir dari pasukan U.S. Army Special Forces yang terbuang selepas menyelesaikan tugas-tugas negara.

Setelah diberhentikan dari pasukan, ia tidak memiliki pekerjaan, sehingga hidup menghadapi kesulitan finansial. Apalagi dirinya telah memiliki istri dan seorang anak.

Tak ingin keluarganya hidup susah, ia mengambil jalan pintas dengan menerima tawaran dari sahabatnya selama
Saat sedang kebingungan, ia bertemu dengan sahabatanya semasa menjadi marinir, yakni Mike (Ben Foster), yang mengajaknya bergabung dengan organisasi kontraktor swasta untuk menjalankan sebuah misi.

Dalam menjalankan misinya, kedua sahabat bekerja di bawah komando tentara veteran lainnya, Rusty Jennings (Kiefer Sutherland). Keduanya didapuk untuk menjalankan misi mengambil data dari seorang ilmuwan yang diduga menyimpa senjata biologi yang mengancam dunia.

Alih-alih menyelamatkan dunia dari senjata biologi, ternyata masalah sesungguhnya muncul secara tidak terduga.

Pelan di Awal, Klimaks di Akhir

Sepuluh menit pertama film The Contractor nyaris dipenuhi basa-basi untuk mengenalkan karakter dan latar belakang dari Harper selaku karakter utama di film ini, termasuk alasan dirinya dipecat dari kemariniran.

Perlahan tapi pasti, skenario film The Contractor mulai memanas karena alur cerita mulai berkembang. Bahkan dalam beberapa adegan, terdapat momen emosional yang melibatkan Harper dan sahabatnya.

Namun begitu masuk babak berikutnya, khususnya di saat metode penyusupan ke sebuah laboratorium di Berlin, suasana sudah mulai berubah. Yang ada hanya ketegangan. Kemungkinan para penonton akan merasakan sesak di dada karena merasa rencana yang harusnya mudah malah berakhir bencana.

Belum lagi kita menyaksikan Harper diburu oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Ketegangan itu menjadi suguhan yang tak terelakan lagi. Apalagi ada twist yang disematkan dalam cerita ini yang membuat penonton menahan napas.

Untuk ukuran film aksi Hollywood, adegan tembak menembak dalam The Contractor terbilang minim, karena alur cerita dirancang penuh untuk pengembangan karakter Harper.

Namun, justru dialog-dialog dari Harper-lah yang membuat film The Contractor lebih berisi sekaligus emosional, melebihi adegan-adegan aksinya yang terbilang mainstream.

Ringkasnya, review film The Contractor diakhiri dengan kesimpulan bahwa film ini memiliki unsur drama yang tersirat dibalik adegan-adegan aksi ala Hollywood.

Tivan Rahmat
The advance of technology is based on making it fit in so that you don't really even notice it, so it's part of everyday life