Resmi Beroperasi, Teleskop Inframerah NASA Langsung Tangkap Gambar Kosmik

teleskop SphereX

Jakarta, GayaTekno.id – Pada 1 April 2025 kemarin, NASA mengumumkan bahwa teleskop luar angkasa inframerah terbarunya, SPHEREx (Spectro-Photometer for the History of the Universe, Epoch of Reionization and Ices Explorer).

Setelah resmi memulai operasinya, teleskop SPHEREx berhasil menuntaskan misinya untuk mengambil gambar kosmik pertamanya.

Kontan, pencapaian ini sekaligus menandai langkah penting dalam upaya eksplorasi dan pemetaan alam semesta oleh NASA.

Misi dan Tujuan SPHEREx

Dikutip dari Space pada Rabu (2/4/2025), teleskop inframerah SPHEREx dirancang untuk melakukan survei spektral seluruh langit pada panjang gelombang inframerah dekat, antara 0,75 hingga 5 mikrometer.

Selama misi dua tahunnya, teleskop ini akan mengumpulkan data spektral dari lebih dari 450 juta galaksi dan lebih dari 100 juta bintang di galaksi Bima Sakti, menciptakan peta tiga dimensi kosmos dalam 102 panjang gelombang berbeda.

Sementara itu, tujuan utama misi SPHEREx meliputi penyelidikan terhadap inflasi kosmik. Mempelajari fenomena inflasi yang terjadi sesaat setelah Big Bang, yang menyebabkan ekspansi alam semesta secara cepat.

Dengan memetakan distribusi galaksi, SPHEREx akan membantu meningkatkan pemahaman tentang fisika di balik peristiwa ekstrem ini.

Teleskop luar angkasa ini juga meneliti evolusi galaksi. Mengamati cahaya dari miliaran sumber kosmik seperti bintang dan galaksi untuk memahami bagaimana galaksi terbentuk dan berkembang seiring waktu.

Selain itu, SPHEREx ditugaskan untuk mencari air dan molekul penting lainnya di luar Bumi.

Pasalnya, mendeteksi reservoir air yang membeku di permukaan butiran debu antarbintang dalam awan gas dan debu besar yang memunculkan bintang dan planet, yang penting untuk memahami asal-usul kehidupan.

Gambar Kosmik Pertama dan Kinerja Instrumen

Gambar pertama yang diambil oleh SPHEREx menunjukkan bahwa semua sistem teleskop berfungsi sesuai harapan.

Setiap dari enam detektornya berhasil menangkap area langit yang luas, dengan masing-masing detektor bertanggung jawab atas 17 panjang gelombang unik, sehingga secara keseluruhan mampu mengamati alam semesta dalam 102 panjang gelombang inframerah.

Gambar-gambar awal ini mencakup sekitar 100.000 sumber astronomi, menegaskan kemampuan SPHEREx dalam melakukan survei langit secara menyeluruh.

gambar Kosmik SPHEREx
Gambar kosmik yang ditangkap teleskop SPHEREx. Foto: NASA

Teknologi dan Desain SPHEREx

SPHEREx dilengkapi dengan teleskop tiga cermin berdiameter aperture 20 sentimeter dan enam array fotodetektor merkuri kadmium telurida (HgCdTe).

Setiap array dilengkapi dengan filter variabel linear, memungkinkan respons pita sempit dengan pusat pita yang bervariasi sepanjang satu sumbu array.

Desain ini memungkinkan SPHEREx untuk memperoleh spektrum melalui berbagai eksposur, dengan memposisikan sumber tertentu pada berbagai posisi dalam bidang pandang untuk diukur pada berbagai panjang gelombang.

Kolaborasi dan Kontribusi Internasional

Di sisi lain, pengembangan SPHEREx melibatkan kolaborasi antara berbagai institusi.

Pesawat ruang angkasa dan teleskop disediakan oleh BAE Systems Inc., sementara payload dikembangkan oleh Caltech dan Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA.

Selain itu, Korea Astronomy and Space Science Institute (KASI) turut berkontribusi dengan menyediakan ruang uji kriogenik non-penerbangan.

Dengan keberhasilan pengambilan gambar pertamanya, SPHEREx siap untuk memulai misi utamanya dalam memetakan dan memahami alam semesta.

Data yang dikumpulkan diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang asal-usul dan evolusi kosmos, serta membantu menjawab pertanyaan fundamental tentang bagaimana alam semesta bekerja dan bagaimana kehidupan dapat muncul di dalamnya.

Tivan Rahmat
The advance of technology is based on making it fit in so that you don't really even notice it, so it's part of everyday life