Industri Properti Terimbas Resesi, Benarkah?

Ulang Tahun Pinhome ketiga

Jakarta, GayaTekno.id – Naiknya suku bunga bank sentral di Amerika Serikat yang mengakibatkan inflasi ditambah konflik Ukraina dan Rusia yang tak kunjung menemui titik akhir memicu terjadinya resesi global.

Konon, resesi global akan banyak berpengaruh pada berbagai sektor industri, tak terkecuali pada properti. Namun, apakah hal tersebut berlaku pada industri properti di Indonesia?

Menjawab pertanyaan tersebut, Executive Director Indonesia Property Watch Ali Tranghanda memberikan uraian untuk menganalisa masalah tersebut.

Ditemui dalam acara ulang tahun Pinhome yang ke-3, pengamat properti tersebut menilai bahwa sektor properti di tanah air akan tetap aman, bahkan cenderung meningkat.

“Properti adalah investasi jangka panjang. Sampai saat ini, tidak ada korelasi resesi global dengan pasar perumahan di Indonesia,” ujar Ali di kawasan SCBD Jakarta pada Rabu (15/2/2023).

Sebagai studi kasus, ketika dunia dilanda resesi global pada 2008 lalu, kata Ali, data menunjukkan bahwa industri properti nasional malah tumbuh. Pun begitu saat Yunani dilanda krisis pada 2018, dampaknya bahkan nyaris tidak terasa di Indonesia. Bahkan, para pengembang melakukan ekspansi besar-besaran di kota-kota penyangga di sekitar wilayah Jakarta.

Terkait penyebab sektor properti di Indonesia yang begitu kuat meski dunia sedang bergejolak, Ali punya alasan tersendiri.

“99,8 persen pembeli properti di Indonesia adalah orang lokal. Fundamental kita itu kuat, itu sangat penting. Suku bunga BI memang naik, tapi kalau dari bank penjaminnya cenderung landai karena likuiditas properti itu luas,” sambung Ali.

Bahkan, Ali menganggap bahw tahun 2023 sebagai momentum yang tepat untuk membeli properti.

“Kami optimis di tahun ini bahwa industri properti tidak akan kehilangan daya beli, dilandasi dengan kekuatan pasar lokal dan ekonomi fundamental Indonesia. Jika mampu, lebih baik beli properti di tahun 2023 daripada menunggu di tahun-tahun depan. Harga properti akan makin bersahabat di tahun politik ini. Setelah pemilu, bisa jadi harga properti akan naik seiring kenaikan permintaan.”

Senada dengan penjelasan Ali, CEO sekligus Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, melihat tren properti di Indonesia pada tahun ini akan tumbuh positif.

Menurut data internal Pinhome, empat dari lima pengguna Pinhome adalah pembeli properti pertama dan 93% pengguna mencari rumah untuk ditinggali.

Saat ini, Pinhome telah bekerjasama dengan lebih dari 20 ribu agen properti, 20 institusi jasa keuangan untuk pendanaan properti dan juga lebih dari 8 ribu penyedia layanan perawatan Pinhome Service.

Pinhome juga bekerjasama dengan Sarana Multigriya Finansial untuk menyediakan layanan rent-to-own sebagai alternatif kredit bagi mereka yang dengan kesulitan akses ke bank. Pinhome juga telah bekerjasama dengan berbagai pemborong untuk menyediakan ratusan rumah terjangkau di berbagai daerah di Indonesia.

Atas pencapaiannya tersebut, Pinhome kini masuk tiga besar dalam layanan property technology (proptech) terbesar di Indonesia, meskipun umur perusahaan baru tiga tahun berdiri.

Pinhome sendiri telah menjadi tiga besar property tech di Indonesia dengan layanan di lebih dari 75% kota-kota di Indonesia. Begitu pula dengan aplikasi Pinhome yang telah diunduh lebih dari 600 ribu kali.

“Dimulai tiga tahun lalu di garasi rumah dengan 5 orang, saat ini Pinhome tidak hanya menyediakan lebih dari 700 ribu properti yang berbeda, tapi juga pendanaan dan perawatan properti. Solusi hulu ke hilir ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat Indonesia memiliki rumah untuk pertama kalinya,” ujar Dayu.

Apalagi setelah pandemi berakhir, para pengembang juga semakin leluasa untuk melakukan ekspansi. Sedangkan dari kacamata konsumen, tutur Dayu, banyaknya pilihan properti membuat konsumen punya berbagai alternatif pilihan properti sesuai dengan keinginan dan kemampuan finansial mereka.

“Terbukti, solusi Pinhome mempercepat proses pembelian rumah pertama hingga tiga kali lebih cepat. Proses yang biasa memakan waktu rata-rata enam bulan, di Pinhome hanya selesai bisa dalam dua bulan. Dalam tiga tahun ini Pinhome juga berhasil menjadi tiga besar situs properti di Indonesia yang paling banyak dikunjungi,” pungkas Dayu.

Tivan Rahmat
The advance of technology is based on making it fit in so that you don't really even notice it, so it's part of everyday life